Ruang Kepala dan TU MTsN 1 Kota Kediri Terbakar. Gus Qowim : Proses belajar mengajar tidak terganggu.
Kota Kediri, wartakediri.com,
MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) 1 Kota Kediri di Jalan Raung, Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri terbakar, Jumat (12/6/2026). Beruntung yang terbakar hanya ruang kepala sekolah dan ruang tata usaha, sehingga proses belajar mengajar dipastikan tidak akan terganggu.
Kebakaran yang diduga berasal dari konsleting listrik itu, terjadi menjelang magrib dan api berhasil dipadamkan oleh Tim Damkar gabungan dari Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, sekitar pukul 19.15 WIB.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin langsung turun memimpin pemadaman api yang meludeskan ruang kepala sekolah dan ruang TU MTsN 1 Kota Kediri, Jumat malam (12/6/2026).
Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Kediri, A Zamroni, yang berada di lokasi, mengatakan, bahwa kebakaran ini terjadi menjelang magrib dan proses pembelajaran sudah selesai. Penyebab pastinya masih dicari.
Menurut Zamroni, yang terbakar adalah ada ruang Tata Usaha dan ruang Kepala Sekolah. Sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar, karena tidak terkait dengan ruang guru dan ruang belajar (kelas).
Namun, lanjutnya, yang perlu dicari adalah dokumen-dokumen seperti buku induk. Buku induk itu adalah rohnya madrasah, karena disitu ada alumni dan nilai.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari Kepala Madrasah, buku induk nya itu diamankan di etalase yang terbuat dari kaca dan aluminium. Kami berharap buku induk itu masih aman,”kata Zamroni.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin yang akrab disapa Gus Qowim itu, meminta anak-anak dan orang tua murid tetap tenang.
“Alhamdulillah saat ini situasi sudah terkendali. Insyaallah proses belajar mengajar tidak terganggu, dengan kejadian ini. Yakinlah bahwa kami, Pemerintah dan (Kantor) Kementerian Agama akan meksimal, agar proses belajar mengajar tetap bisa berlangsung dengan baik,”kata Gus Qowim.
Kepala MTsN 1 Kota Kediri Anwar Fauzi, mengatakan, bahwa proses belajar mengajar memang tidak terganggu, karena yang terbakar itu adalah ruang Kepala Sekolah dan Tata Usaha.
“Untuk ruang kelas tidak ada yang terbakar. Dugaan sementara, penyebab kebakaran ini adalah konsleting listrik. Untuk memastikan penyebab pastinya, saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,”ucap Anwar Fauzi. (wk-1).

