Gus An’im Soroti Pentingnya Perawatan Fasilitas dan Karakter Siswa di Sekolah Rakyat
Kediri (wartakediri.com) — Anggota Komisi VIII DPR RI, KH. An’im Falachuddin Mahrus (Gus An’im), memberikan sejumlah catatan penting terkait pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) yang ditinjau melalui kegiatan sosialisasi program prioritas pemerintah.
Dalam keterangannya, Gus An’im menyoroti empat poin utama yang menjadi fokus perhatian demi keberhasilan program pendidikan bagi kalangan masyarakat prasejahtera tersebut.
Gus An’im menekankan agar pihak pengelola, baik dari unsur Dinas Sosial maupun Pemerintah Kota Kediri, dapat merawat aset fisik Sekolah Rakyat secara maksimal.
“Mengingat biaya pembangunan dan operasional yang tidak sedikit, lanjut Gus An’im, seluruh fasilitas gedung beserta isinya harus dijaga dengan baik agar kelayakan belajar siswa tetap terjamin,”kata Gus An’im, usai acara Diseminasi Program Prioritas Presiden RI Tahun 2026, Kemensos RI dan Sosialisasi Sekolah Rakyat dan Penguatan P2K2KPMPKH, di Aula Sekolah Rakyat Kota Kediri, Kamis (29/101/2026)
Menurutnya, peserta didik di Sekolah Rakyat umumnya berasal dari kalangan masyarakat sangat miskin dengan latar belakang karakter yang sangat beragam.
Dikatakan Gus An’im, bahwa sebagian anak, kerap terbiasa hidup bebas dan belum memiliki disiplin tinggi maupun motivasi belajar yang kuat. Oleh karena itu, Gus An’im berharap para tenaga pendidik di sekolah ini memiliki tingkat kesabaran, ketelatenan, dan dedikasi yang tinggi dalam membimbing para siswa.
Dalam mengatasi persoalan kedisiplinan, Gus An’im mengapresiasi pelibatan unsur TNI yang telah teruji dalam membentuk kedisiplinan anak didik. Ia berharap proses pembiasaan ini secara bertahap mampu mengubah mental dan kedisiplinan para siswa menjadi lebih baik.
Selain itu, Gus An’im juga memberikan catatan khusus kepada Kementerian Sosial terkait kuota penerimaan yang dinilai masih perlu dioptimalkan untuk menampung anak-anak dari kalangan miskin ekstrim.
Ke depannya, ia juga mendorong adanya sinergi lintas instansi agar para lulusan Sekolah Rakyat tingkat SMA dapat memiliki akses lanjutan, baik untuk melanjutkan pendidikan ke kampus berkualitas maupun diserap langsung oleh dunia kerja melalui kerja sama dengan perusahaan.
Sementara itu, Perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Anak Agung Ayu Kirani, menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas nasional dan prioritas Presiden RI.
Menurut Ayu, program Sekolah Rakyat akan terus dievaluasi secara berkala terkait penyelenggaraannya.
Pemberdayaan tidak hanya diberikan kepada peserta didik (siswa), tetapi juga kepada orang tua siswa sekolah rakyat.
Dijelaskan Ayu, melalui program pemberdayaan sosial ekonomi, keluarga penerima manfaat bansos (seperti PKH, BPNT/Sembako) serta keluarga siswa Sekolah Rakyat diberikan bantuan permodalan usaha dengan nilai maksimal Rp5 juta.
Bantuan ini, lanjut Ayu, diberikan agar bantuan sosial dipandang sebagai stimulan, bukan bantuan yang selamanya diandalkan, sehingga masyarakat dapat memberdayakan ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup secara mandiri. (wk-1).

