Munas-Konbes NU 2026 Di Ponpes Al-Falah, Ploso, 400 Personel Benteng Internal dan TNI-Polri Siap Amankan Ploso
KEDIRI, WARTAKEDIRI.COM,
Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 siap digelar di Ponpes Al-Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, 20-22 Juni 2026.
Di balik persiapan yang hampir rampung, aspek keamanan menjadi salah satu pilar utama yang sangat perhatikan demi memastikan forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini berjalan dengan teduh, aman, sekaligus membawa kegembiraan bagi seluruh warga nahdliyin.
Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes 2026, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan, persiapan teknis di lapangan sudah berjalan sangat baik.
”Sejauh ini, persiapan yang dilakukan oleh teman-teman panitia sudah cukup baik. Dalam rapat koordinasi terakhir, semua persiapan sudah mencapai 95 persen siap,” ujar pria yang akrab disapa Gus Nabil, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP Pagar Nusa, Jumat (19/6/2026).
Menurut Gus Nabil, untuk mengawal kekhusyukan acara, kekuatan internal NU akan diterjunkan secara penuh. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 400 personel dari berbagai Badan Otonom (Banom) NU bersinergi menjadi benteng pengamanan.
Garda pertahanan ini terdiri dari:
Banser (Ansor) Pasukan Inti Pagar Nusa
CBP (IPNU) & KPP (IPPNU) serta Garda Fatayat.
Meski peserta datang dari seluruh penjuru Indonesia, Gus Nabil memastikan bahwa plotting personel pengamanan ini sengaja dimaksimalkan dari kader-kader di wilayah Jawa Timur demi efektivitas pergerakan.
Masih menurut Gus Nabil, sistem pengamanan pun dirancang sangat ketat namun tetap humanis melalui skema 4 Ring. Selain pengamanan terbuka, Banom NU juga menyiapkan tim pengamanan tertutup. Tercatat ada 16 pos pengamanan yang tersebar di wilayah Kediri.
”Semua peserta nanti akan dibekali ID card khusus dan wajib melalui proses screening ketat sebelum memasuki area aula utama,” tegasnya.
Menurutnya, salah satu tantangan logistik terbesar dalam gelaran kali ini adalah kondisi geografis lokasi acara di kawasan Ploso. Jalur transportasi di Ploso dikenal sebagai jalur yang relatif kecil, sehingga potensi penumpukan kendaraan menjadi perhatian serius panitia.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan potensi gangguan aktivitas warga lokal, panitia bergerak cepat melakukan mitigasi.
”Kami sudah berkoordinasi dan bersinergi dengan TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan (Dishub). Sinergi ini berjalan sangat baik untuk memitigasi hal-hal yang tidak kita inginkan, terutama mencegah penumpukan kendaraan agar tidak mengganggu kegiatan sehari-hari masyarakat sekitar,” jelas Gus Nabil.
Hingga saat ini, lanjutnya, antusiasme pemilik suara sangat tinggi. Dari total 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di seluruh Indonesia, sudah ada 30 PWNU yang resmi mendaftarkan diri ke sekretariat, dan dipastikan seluruh wilayah akan hadir lengkap pada hari H.
Di akhir bincang-bincang, Gus Nabil memberikan pesan menyentuh. Ia berharap Munas dan Konbes NU 2026 ini tidak sekadar menjadi ajang perdebatan gagasan, tetapi juga menjadi pesta demokrasi yang membahagiakan bagi seluruh kader.
”Munas dan Konbes ini harus menjadi ruang kegembiraan bagi kita semua. Namun, kegembiraan itu tentu tidak boleh membuat kita mengabaikan prinsip-pripnsip keamanan. Kami mengimbau kepada seluruh teman-teman peserta untuk selalu menaati tata tertib dan aturan yang diterapkan,” pungkas pria yang pernah menjadi anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan itu. (wk-1).

