DaerahEkbisPemerintahan

​Pemkot Kediri Matangkan Rencana Aksi Satu Data 2026–2029 Demi Kebijakan Tepat Sasaran.

Kota Kediri (wartakediri.com) — Pemerintah Kota Kediri mematangkan Rencana Aksi Satu Data Indonesia (SDI) periode 2026–2029 guna memperkuat tata kelola pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy).

Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi strategis dalam menangani persoalan krusial seperti pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.

​Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menegaskan bahwa penguatan implementasi SDI sangat vital untuk memastikan perencanaan pembangunan daerah berjalan terukur dan akurat.

​”Penguatan implementasi Satu Data Indonesia sangat penting sebagai fondasi dalam penyusunan perencanaan dan kebijakan pembangunan daerah,” ujar Endang dalam Forum Satu Data Kota Kediri di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Selasa (3/11/2026).

​Endang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku produsen data untuk tidak sekadar mengumpulkan angka, melainkan menyajikan data yang valid, akurat, dan rutin memutakhirkannya sesuai realitas lapangan.

Menurutnya, program prioritas seperti penanganan kemiskinan dan stunting tidak bisa diselesaikan secara sektoral oleh satu instansi saja, melainkan menuntut kolaborasi lintas sektor berbasis integrasi data.

​”Yang tidak kalah penting, kita harus mulai membiasakan diri menggunakan data sebagai dasar dalam penyusunan program, menentukan skala prioritas, dan mengevaluasi hasil pembangunan baik secara fisik maupun nonfisik,”tandas Endang.

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyatakan komitmen lembaganya untuk terus mengawal penyusunan dan pelaksanaan Rencana Aksi Daerah SDI 2026–2029.
​Emil menilai Kota Kediri sebenarnya telah memiliki kekayaan ragam data sektoral, mulai dari pendidikan hingga kesehatan, yang dapat diakses melalui portal resmi Satu Data Kota Kediri.

Tantangan ke depan adalah mengoptimalkan potensi tersebut agar tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata, melainkan berdampak langsung pada transparansi publik dan kemudahan akses informasi bagi investor.

​”Tentu ini menjadi apresiasi bagi Bapak/Ibu semuanya yang telah bekerja keras. Ke depan ini bisa kita dorong terus agar potensi investasi di Kota Kediri bisa dengan mudah terbaca oleh pihak manapun,” jelas Emil.

​Ditambahkan Emil, melalui sinergi antara Pemkot dan BPS ini, pihaknya optimistis tata kelola pemerintahan di Kota Kediri akan semakin akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang presisi. (wk-1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *