Pemkot Kediri dan Pengawas Tepis Isu Tol Bandara Dhoho Mangkrak.
Kota Kediri (wartakediri.com) – Viral di media sosial, bahwa Tol Kota Kediri – Bandara Dhoho, terancam mangkrak. Dalam narasi di Medsos itu, mangkraknya pembangunan Tol Bandara Dhoho yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) tersebut karena ada orang yang menghambat.
Menepis kabar tidak mengenakkan itu, Pemerintah Kota Kediri menggelar jumpa pers bersama dengan Pihak Konsultan Manajemen Proyek dan Pengawasan, langsung di lokasi pengerjaan, Jumat (31/7/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Endang Kartika Sari, meluruskan anggapan bahwa Pemkot Kediri sengaja menghambat perizinan pemanfaatan lahan tahap berikutnya.
Menurutnya, langkah kehati-hatian Pemkot murni dilakukan demi menjaga aset daerah dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Endang membeberkan bahwa izin tahap pertama untuk 36 bidang lahan Pemkot sebenarnya sudah terbit sejak lama. Namun, proses penggantian lahannya hingga kini belum direalisasikan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
”Prinsip kami satu: Pemkot Kediri tidak pernah menghambat pembangunan jalan tol. Teman-teman wartawan bisa melihat sendiri di lokasi, proyek tetap berjalan,” tegas Endang.
Namun, lanjutnya, kalau pihaknya didesak mengeluarkan izin baru lagi untuk tahap kedua, tentu belum bisa. Nanti malah menyalahi aturan, karena kewajiban penggantian lahan yang sebelumnya saja belum diselesaikan oleh BUJT.
Selain persoalan ganti rugi aset, pembahasan pelik lainnya adalah mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sesuai aturan Kementerian ATR/BPN, penggantian lahan pertanian beririgasi aktif harus berupa lahan setara di wilayah administratif Kota Kediri, dengan skema penggantian hingga 3 kali lipat dari luas terdampak.
Hal ini menjadi perhatian krusial mengingat luas lahan baku sawah di Kota Kediri yang terbatas. Pemkot Kediri ingin memastikan pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan ketahanan pangan serta perlindungan aset daerah untuk masa depan.
”Kami hanya menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah pusat dan komitmen penyelesaian penggantian lahan dari BUJT, agar seluruh proses perizinan selanjutnya bisa melangkah dengan aman dan legal,”tandas perempuan yang juga menjabat sebagai Pj. Sekda Kota Kediri itu.
Sementara itu, Konsultan Manajemen Proyek dan Pengawasan Mamik R. menegaskan bahwa pengerjaan fisik di jalur akses menuju Bandara Dhoho sampai saat ini terus digenjot tanpa henti.
Ia memaparkan bahwa saat ini tim di lapangan sedang memfokuskan pengerjaan pada titik-titik vital, khususnya Seksi 2 kawasan Grogol, penataan struktur jembatan penyeberangan, hingga pengerjaan jalan rigid beton sepanjang 1,6 kilometer menuju bandara.
”Bisa kita lihat bersama di lokasi saat ini, seluruh alat berat sedang beroperasi aktif. Pengerjaan struktur Jembatan Brantas memang membutuhkan presisi dan waktu ekstra. Karena itu, penuntasannya melampaui akhir tahun ini dan kami targetkan selesai tuntas pada kuartal kedua tahun depan,” tukas Mamik. (wk-1).

