Job & Edufair Digelar di UIN Syekh Wasil Kediri
Kediri (wartakediri.com) – Pengembangan karier lulusan perguruan tinggi tidak selalu harus dimulai dengan mencari pekerjaan. Peluang berwirausaha hingga melanjutkan pendidikan juga menjadi pilihan yang perlu dipersiapkan. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus Job & Edufair UIN Syekh Wasil Kediri untuk membantu lulusan merencanakan masa depan mereka.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Oktober 2026 lalu, digelar di Sport Center UIN Syekh Wasil Kediri. Melalui UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan atau Career Development Center (CDC), kampus menghadirkan beragam kegiatan yang berkaitan dengan dunia kerja, pendidikan lanjutan, dan pengembangan keterampilan kewirausahaan.
Kepala CDC UIN Syekh Wasil Kediri, Dhiya’u Shidiqy, menjelaskan bahwa Job & Edufair tidak hanya berfokus pada penyediaan informasi lowongan pekerjaan. Menurutnya, lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki beragam pilihan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Setelah lulus, ada tiga pertimbangan yang umumnya dihadapi, yakni bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026) pagi pukul 09.00 WIB.
“Karena itu, kami mengemas kegiatan ini dalam konsep Job & Edufair agar tidak hanya menawarkan lowongan pekerjaan, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka yang ingin berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan,” lanjut Dhiya.
Menurut Dhiya, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya CDC dalam membantu lulusan mempersiapkan masa depan sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Pengembangan karier, kata dia, tidak cukup hanya dengan mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga perlu didukung keterampilan serta akses terhadap informasi pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, pengunjung berkesempatan memperoleh informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dari sejumlah perusahaan. Mereka juga dapat mengikuti pelatihan keterampilan yang bisa menjadi bekal memasuki dunia profesional maupun merintis usaha secara mandiri.
Penyelenggaraan Job & Edufair turut melibatkan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Syekh Wasil Kediri. Keterlibatan alumni menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, terutama untuk mempertemukan lulusan dengan jaringan industri yang telah dibangun para alumni di tempat mereka bekerja.
Mengusung semangat “Dari Alumni untuk Alumni”, para alumni turut memfasilitasi keikutsertaan mitra industri. Sejumlah perusahaan berpartisipasi dengan membawa informasi lowongan pekerjaan dan kebutuhan sumber daya manusia, sehingga membuka kesempatan bagi para pencari kerja untuk mengenal peluang yang tersedia.
“Peran alumni tidak hanya sebatas menjaga hubungan dengan kampus, tetapi juga bagaimana bisa memberikan kontribusi kepada adik-adik tingkatnya. Salah satunya dengan membantu membuka akses ke dunia industri melalui perusahaan tempat mereka berkarier,” jelas Dhiya.
Selain memperluas jejaring karier, kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan organisasi alumni. Dalam rangkaian acara, dilaksanakan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni UIN Syekh Wasil Kediri tahun 2026 dengan M. Zaini sebagai ketua terpilih.
Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan pemotongan pita oleh Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Wahidul Anam. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus IKA sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan pihak kampus, alumni dan mitra industri.
Agenda hari pertama juga diisi dengan talkshow karier yang menghadirkan kolaborasi J&T Express dan Air Atlanta Europe. Dalam sesi tersebut, pengunjung mendapat kesempatan mengenal pengalaman kerja di industri penerbangan melalui narasumber yang merupakan alumni UIN Syekh Wasil Kediri dan kini bekerja di perusahaan tersebut.
Hari pertama juga ditandai dengan peluncuran Alumni TV. Salah satu segmennya, Alumni Inspirasi, mengangkat perjalanan alumni yang telah berhasil mengembangkan karier.
“Kisah tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi lulusan lain dalam menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan,” beber Dhiya.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan workshop anyaman bersama kelompok Srikandi Anyaman Kediri. Pelatihan yang diprakarsai oleh Ketua IKA UIN Syekh Wasil Kediri, M. Zaini tersebut diikuti pengunjung yang mayoritas merupakan ibu-ibu.
“Kegiatan ini memperkenalkan keterampilan kerajinan yang berpotensi dikembangkan menjadi aktivitas produktif maupun usaha,” ungkapnya.
Pilihan pelatihan kemudian berlanjut pada pengembangan kapasitas diri. Prasetya Adiputra dari BCA Syariah membawakan workshop kepemimpinan dan karakter, sedangkan Amalia Rosyadi Putri dari AR Media memberikan pelatihan singkat public speaking.
“Kedua materi tersebut berkaitan dengan keterampilan komunikasi dan pembentukan karakter yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja maupun kegiatan usaha,” paparnya.
Pengunjung juga dapat mengikuti mini barista class bersama Hakui Kopi. Pelatihan singkat tersebut menambah variasi kegiatan yang ditawarkan, sekaligus memperkenalkan keterampilan praktis di bidang kopi yang dapat dipelajari sebagai bekal memasuki dunia kerja atau membuka usaha.
Secara keseluruhan, terdapat 25 mitra yang terdiri dari perusahaan dan lembaga pendidikan yang berpartisipasi dalam Job & Edufair UIN Syekh Wasil Kediri 2026. Kehadiran berbagai mitra tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan karier dapat dilakukan melalui beragam jalur, mulai dari mencari pekerjaan hingga menjajaki kesempatan pendidikan lanjutan.
Di area kegiatan, sejumlah stan UMKM juga turut meramaikan acara. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah stan makanan yang dikelola mahasiswa asal Thailand, Kamboja, Afghanistan dan Sudan.
“Mereka memperkenalkan masakan khas negara masing-masing kepada pengunjung, sehingga kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengenal keragaman kuliner dan budaya,” tutur Dhiya.
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara UIN Syekh Wasil Kediri dan mitra industri. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor.
Sebagai kegiatan bursa kerja pertama yang digelar UIN Syekh Wasil Kediri, Job & Edufair 2026 menjadi langkah awal dalam mempertemukan lulusan dengan dunia kerja sekaligus mengenalkan alternatif pengembangan diri.
“Meski demikian, penyelenggara mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan pada tahun berikutnya,” aku Dhiya.
Evaluasi tersebut diperlukan agar kegiatan serupa ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lulusan. Penguatan jejaring industri, akses informasi pendidikan, serta pelatihan kewirausahaan diharapkan bisa membantu lulusan menentukan pilihan dan mengembangkan karier sesuai dengan potensi masing-masing. (wk-1).

