Satpol PP Kabupaten Kediri Pilih Edukasi daripada Represif dalam Operasi “Jumat Gaul”
KEDIRI – WARTAKEDIRI.COM.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri bersama Polsek Ngasem, menggelar operasi gabungan bertajuk “Jumat Gaul”, Jumat (15/5/2026) malam.
Kedua instansi itu turun ke jalan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, khususnya di jalur-jalur strategis.
Operasi gabungan itu menyasar area mulai dari Jalan Soekarno-Hatta hingga Pertigaan Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Operasi ini bukan sekadar formalitas, tapi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman bagi warganya, sekaligus mencegah potensi kriminalitas jalanan yang kerap muncul di jam-jam rawan.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, memimpin langsung pemetaan titik-titik krusial yang sering menjadi pusat kerumunan pemuda atau aktivitas malam hari.
“Patroli dinamis ini adalah bukti kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif mencari potensi gangguan sebelum terjadi,”kata Kaleb, usai Apel Pengarahan Pimpinan di Markas Polsek Ngasem.
Usai apel, lanjut Kaleb, personel gabungan langsung bergerak cepat menyisir jalur utama. Ketelitian petugas membuahkan hasil. Sedikitnya empat pengendara sepeda motor berhasil diamankan karena melanggar aturan lalu lintas berat.
“Mereka kedapatan tidak menggunakan helm standar, serta tidak membawa kelengkapan surat berkendara seperti SIM dan STNK. Tindakan tegas ini diambil demi menegakkan disiplin berlalu lintas dan melindungi nyawa pengguna jalan itu sendiri,”terang Kaleb.
Selain menertibkan lalu lintas,lanjut Kaleb, fokus utama operasi “Jumat Gaul” adalah pencegahan gangguan ketertiban umum. Saat patroli berlangsung, petugas mendeteksi adanya sekelompok pemuda yang berkumpul di pinggir jalan. Mengingat risiko kerumunan malam hari yang berpotensi memicu perkelahian, kebisingan, hingga penyalahgunaan minuman keras (miras), petugas segera mengambil langkah preventif.
Menurut Kaleb, dengan pendekatan yang tegas namun humanis, petugas mendekati kelompok tersebut. Alih-alih langsung membubarkan secara kasar, anggota Satpol PP dan Polri memberikan pembinaan singkat. Mereka mengedukasi para pemuda tentang bahaya miras dan dampak negatif nongkrong liar bagi kenyamanan warga sekitar yang sedang beristirahat.
“Hasilnya, kelompok remaja tersebut menyadari kesalahan mereka dan secara sukarela membubarkan diri untuk kembali ke rumah masing-masing. Langkah preventif ini dinilai jauh lebih efektif dalam memutus mata rantai “penyakit masyarakat” sebelum eskalasi ke tindakan kriminal,”Imbuhnya.
Kaleb menegaskan bahwa kolaborasi ini akan terus dilanjutkan. “Kami ingin memastikan ruang publik Kabupaten Kediri bersih dari gangguan. Sinergitas dengan TNI dan Polri akan terus kami perkuat. Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama kami,” pungkasnya. (wk-1).

