DaerahHumaniora

Temannya Mual dan Diare  Usai Makan MBG, Siswa SMPN 1 Kras Kediri Trauma Makan MBG.

Kediri (wartakediri.com) – Beberapa siswa di SMP Negeri 1 Kras, Kabupaten Kediri, enggan  menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena masih trauma. Pekan lalu, sejumlah siswa, mengalami pusing , mual dan diare usai menyantap MBG.

​Peristiwa ini bermula pada Kamis pekan lalu. Sejumlah siswa mendadak mengeluhkan pusing, mual, hingga terpaksa minta izin pulang lebih awal. Bahkan pada Jumat lalu, deretan kursi kelas tampak kosong akibat banyaknya siswa yang izin tak masuk karena masih sakit.

​Salah seorang siswa menceritakan pengalaman tak mengenakkannya usai menyantap jatah menu MBG. Hari itu, kotak makan gratis tersebut berisi nasi, telur balado rebus, tumis wortel, tahu, dan buah anggur hijau. 

Namun tak lama usai menyantapnya, ia merasakan reaksi aneh pada pencernaannya. “Perut rasanya keruduk-keruduk, lalu mencret,” tuturnya polos.

​Beruntung, ia tak sampai harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan. Meski kondisinya membaik, rasa kapok telanjur hinggap. Begitu pembagian makanan gratis berikutnya datang, ia memilih untuk tak mengambilnya. “Takut,” jawabnya singkat.

​Kepala SMPN 1 Kras, Soedjito, membenarkan adanya penurunan minat siswa untuk mengambil jatah makanan gratis tersebut. Ia menilai reaksi para murid sangat wajar mengingat mereka masih dibayangi rasa trauma.

​”Mungkin anak-anak trauma, takut atau bagaimana. Akhirnya memang cukup banyak yang memilih tidak mau mengambil. Tapi tidak semuanya, sebagian siswa yang lain ada juga yang tetap makan,”ucap Soedjito, Senin (27/7/2026).

​Soedjito menceritakan bahwa pada hari Jumat, program MBG sejatinya tetap berjalan seperti biasa. Saat itu, sebagian besar siswa yang masuk sekolah belum mengetahui kabar, kalau rekan-rekan mereka banyak yang tumbang dan mengeluhkan sakit.

Sudjito menegaskan, bahwa sampai saat ini, pihaknya belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti jatuhnya korban dari kalangan siswa tersebut. Menurut Sudjito, pihaknya tidak terburu-buru menuduh menu MBG sebagai penyebab tunggal dan memilih menunggu investigasi medis.

​”Kami masih menunggu pemeriksaan resmi dari pihak Puskesmas. Nanti hasilnya seperti apa, itu yang akan kami tindak lanjuti. Masih ada kemungkinan faktor lain, jadi kita tidak bisa berspekulasi,” tegas Soedjito.

​Guna menjaga kondusivitas, Sudjito mengimbau kepada seluruh siswa maupun wali murid untuk tetap tenang dan tidak termakan isu yang belum pasti. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M Solihin yang juga menjabat Koordinator Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, menegaskan, bahwa  pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan apabila hasil investigasi membuktikan sumber persoalan berasal dari menu MBG.

Menurutnya, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Kediri masih menunggu hasil investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab insiden tersebut sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya. (wk-1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *