Humaniora

UIN Syekh Wasil Kediri, Gelar Ngopi Bareng Masyarakat dan Media

KEDIRI – WARTAKEDIRI.COM

UIN (Universitas Islam Negeri) Syekh Wasil Kediri menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng UIN Syekh Wasil Kediri bersama Masyarakat dan Media” di Aula Rektorat Lantai 3, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah wartawan dari tiga organisasi kewartawanan seperti IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan organisasi kemasyarakatan seperti PCNU, Muhammadiyah, Ansor, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. Wahidul Anam, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi kampus dengan media dan organisasi masyarakat dalam mendukung pengembangan perguruan tinggi.

Menurutnya, UIN Syekh Wasil Kediri merupakan kampus yang masih sangat muda setelah bertransformasi dari IAIN menjadi UIN berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2025.

“Usia UIN Syekh Wasil Kediri masih sangat muda, baru sekitar satu tahun. Karena itu kami membutuhkan masukan, dukungan, dan kolaborasi dari media, ormas, dan masyarakat agar kampus ini bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan sejarah kampus bermula dari cabang IAIN Sunan Ampel pada tahun 1965, kemudian berubah menjadi STAIN Kediri pada 1997, kembali menjadi IAIN Kediri pada 2018, dan akhirnya bertransformasi menjadi UIN Syekh Wasil Kediri pada 2025.

Saat ini, UIN Syekh Wasil Kediri memiliki 4 fakultas dengan 33 program studi jenjang S1, S2, dan S3. Kampus juga telah memperoleh akreditasi perguruan tinggi “Unggul” serta masuk tiga besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) paling informatif.

Selain itu, kampus terus mengembangkan berbagai fasilitas seperti gedung rektorat, sport center, masjid kampus, ma’had, hingga pengembangan kawasan pendidikan terpadu.

Rektor juga menegaskan bahwa biaya pendidikan di UIN Syekh Wasil Kediri relatif terjangkau bagi masyarakat. UKT dimulai dari empat ratus ribu hingga kisaran empat jutaan rupiah, disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.

“Kami ingin akses pendidikan tinggi bisa dijangkau masyarakat luas, khususnya wilayah Kediri dan sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor, Dr. Taufik Al Amin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi dan sinergi antara kampus dengan media serta berbagai stakeholder.

“Kampus tidak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan media, ormas, dan masyarakat. Karena itu kami ingin membangun kolaborasi yang lebih erat,” ujarnya.

Ia menambahkan, UIN Syekh Wasil Kediri kini mengusung konsep integrasi ilmu keislaman dan ilmu umum. Para dosen kampus juga berasal dari berbagai perguruan tinggi dan negara seperti Kanada, Prancis, Maroko, Jerman, Taiwan, dan Australia.

Dalam kesempatan itu, pihak kampus juga mengapresiasi media yang selama ini ikut mendampingi mahasiswa dalam pengembangan kemampuan jurnalistik dan publikasi.

Acara berlangsung santai dan penuh keakraban dengan sesi diskusi, tukar gagasan, serta penyampaian masukan dari insan pers dan organisasi masyarakat terkait pengembangan kampus ke depan. 

Acara ditutup dengan pembacaan pernyataan bersama dan penandatanganan Naskah Pernyataan.  (wk-1). 

Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. Wahidul Anam, saat memberi sambutan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *