10.000 Santri Lirboyo Membatik Serentak, Pecahkan Rekor MURI di Festival Santri Nusantara
Kota Kediri (wartakediri.com) — Sebanyak 10.000 santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sukses mengikuti kegiatan membatik secara serentak, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang digelar di Lapangan Barat Aula Muktamar Lirboyo tersebut menjadi bagian dari Festival Santri Nusantara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Kegiatan membatik massal ini sekaligus menjadi momentum penting karena 10.000 santri Lirboyo berhasil memecahkan Rekor MURI dalam kegiatan membatik secara serentak.
Perwakilan MURI, Ari Andriyani, hadir secara langsung untuk menyaksikan dan melakukan verifikasi pelaksanaan kegiatan. Kehadiran MURI menjadi penanda bahwa kegiatan yang melibatkan ribuan santri tersebut bukan sekadar agenda festival, tetapi juga sebuah pencapaian yang tercatat dalam sejarah.
Hadir dalam kegiatan tersebut KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, serta anggota Majelis Pembina Pondok Lirboyo. Turut hadir Gusti Kanjeng Ayu Hwni Christiningsih, Owner PT Rolupat Kriya Indonesia; Ir. Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro, M.Si, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi; Bapak Irawan Sigit; Dr. H. Abdullah Sholehuddin, S.Sos., M.A.P.; serta perwakilan MURI.
10.000 Santri, Satu Kain, Satu Semangat
Sejak pagi, suasana Lapangan Barat Aula Muktamar dipenuhi ribuan santri yang mengikuti proses membatik secara bersama-sama. Dengan tangan para santri, kain putih perlahan berubah menjadi karya batik yang sarat dengan nilai budaya.
Kegiatan ini mengusung semangat “Merawat Budaya, Menjaga Tradisi”.
Lebih dari sekadar mengejar rekor, membatik massal tersebut menjadi ikhtiar Lirboyo untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara kepada generasi muda pesantren.
Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya meneruskan jejak Ibu Nyai Hj. Dlomroh, istri almarhum KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, yang memiliki perhatian terhadap keterampilan dan tradisi.
Pesantren dan Pelestarian Budaya
Festival Santri Nusantara digelar pada 4–8 Oktober 2026, dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Selain membatik massal, festival menghadirkan Bazar Santri di halaman Gedung Yayasan yang berlangsung sejak 4 Oktober.
Malam harinya, rangkaian festival ditutup dengan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech, yang diikuti santri dan masyarakat umum.
Diperkirakan sekitar 50.000 pengunjung hadir dalam rangkaian bazar dan Lirboyo Bersholawat.
Festival ini terselenggara dengan dukungan PT Rolupat Kriya Indonesia, Pertamina, dan PGN (Perusahaan Gas Negara).
Keberhasilan 10.000 santri membatik serentak dan memecahkan Rekor MURI menjadi bukti bahwa pesantren memiliki peran besar dalam menjaga warisan budaya bangsa.
Dari Lirboyo, santri merawat tradisi. Dari tangan santri, budaya Nusantara terus hidup. (wk-1).

