DaerahHumanioraWisata-Budaya

​Menelisik Sejarah dan Daya Tarik Wisata Goa Selomangkleng di Kota Kediri.

Kota Kediri, (wartakediri.com) — Goa Selomangkleng yang terletak di kaki Gunung Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, terus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit di kawasan barat Kota Kediri. 

Peninggalan sejarah yang diperkirakan ada sejak abad ke-11 Masehi ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada masa libur sekolah serta Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

​Goa ini diyakini sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci, putri dari Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. Berdasarkan narasi resmi pada papan informasi di area masuk, Goa Selomangkleng merupakan tempat pertapaan lintas zaman yang digunakan sejak era Kerajaan Kadiri/Dhaha/Panjalu (abad XI M), Kerajaan Singhasari (abad XIII M), hingga Kerajaan Majapahit (abad XV M).

​Di dalam goa, pengunjung disuguhi relief bebatuan yang tersebar di empat ruangan. Relief di dalam Goa Selomangleng merupakan pahatan seni kuno yang memuat berbagai kisah epik dan filosofi kehidupan. 

Relief Garudeya: Mengisahkan tentang pembebasan dan penebusan dosa (kisah Garuda yang membebaskan ibunya, Winata, dari perbudakan), yang juga menjadi filosofi kebebasan jiwa.

Relief Medallion: Berbagai hiasan atau ornamen berbentuk bulatan/medali yang terpahat pada dinding goa.

Cerita Epik & Filosofi Pencerahan Jiwa: Pahatan-pahatan memanjang di dinding goa (seperti di dinding utara) menggambarkan ajaran spiritual, meditasi, dan proses pencerahan jiwa bagi para pertapa, mengingat goa ini dahulu difungsikan sebagai tempat pertapaan (termasuk dikaitkan dengan legenda Dewi Kilisuci).

Simbolisme Khas: Terdapat pula pengaruh seni pahat dari era klasik hingga sentuhan aliran tertentu (seperti Dwarapala dengan hiasan khas era Singasari hingga penanda era Majapahit seperti angka tahun 1353 Saka / 1431 M).

​Untuk menikmati suasana kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak. Sementara tarif parkir ditetapkan Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp7.500 untuk mobil. 

Di dalam kompleks wisata ini juga terdapat Museum Airlangga serta deretan warung kuliner dan minuman.

​Harapan Pemandu Wisata

​Keberadaan nilai sejarah ini memikat wisatawan dari luar daerah. Rahman, wisatawan asal Malang, mengaku sengaja berkunjung di sela-sela kegiatan di Kabupaten Kediri, setelah mendapat rekomendasi dari kerabatnya.

​Rahman mengaku pernah masuk hingga ke bagian dalam goa dan melihat relief yang ada di dalam goa.

​Ia memberi masukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri agar dapat menyediakan pemandu wisata (tour guide) di lokasi. 

“Keberadaan pemandu akan sangat membantu wisatawan luar daerah untuk memahami nilai sejarah goa secara lebih mendalam dibandingkan hanya membaca papan informasi,”ucap Rahman, ditemui di lokasi Goa Selomangkleng, Sabtu (31/10/2026).

​Ragam Destinasi Pendukung

​Selain Goa Selomangkleng, Kota Kediri memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan ruang terbuka hijau lain, seperti Wisata Alam Sumber Banteng, Sumber Jiput, Taman Wisata Pagora, Taman Tirtayasa, Hutan Kota Joyoboyo, Taman Brantas, dan Taman Tempurejo.

​Pengunjung juga dapat menikmati wisata kuliner khas, di antaranya pusat oleh-oleh Tahu Takwa (tahu kuning) di Jalan Pattimura dan Jalan Yos Sudarso, kawasan kuliner Soto Bok Ijo di timur Terminal Bus Tamanan, serta kuliner Nasi Pecel-Tumpang di sepanjang Jalan Dhoho. 

Menanggapi masukan dari wisatawan agar disediakan pemandu wisata di Kawasan Goa Selomangkleng, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, mengakui bahwa belum  adanya pemandu wisata sudah dipikirkan sejak lama. Karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) hal itu belum  bisa disediakan.  Namun ia menegaskan bahwa pihaknya tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan tersebut.

​Kepala Disbudparpora, Un Achmad Nurdin (pegang mik) didampingi Sekdin, Miko Mardianto (kiri) dan Yeri, Kabid Pariwisata.

Menurut Un Achmad, sebagai bagian dari persiapan, pihaknya telah meminta agar Museum Airlangga melatih dua orang untuk dipersiapkan menjadi pemandu (guide) yang nantinya juga bertugas di kawasan Goa Selomangkleng. 

Diakui Un Achmad, selama ini pemandu wisata,  baru dipanggil jika ada kunjungan tamu dalam jumlah banyak. Ke depannya, setelah dua orang tersebut selesai dilatih, mereka direncanakan akan selalu bersiaga (standby) di lokasi secara terus-menerus.

(wk-1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *