DaerahHumaniora

Sumpah Pemuda 2026, Pemuda Kediri Diajak Wujudkan Persatuan Lewat Aksi Nyata

Kediri (wartakediri.com) — Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Kediri, Pramudya Ananta Permana, mengajak generasi muda menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai pijakan untuk melakukan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar peringatan seremonial.

​Pramudya menilai, nilai-nilai persatuan dan Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan atau dirayakan dalam bentuk upacara tahunan. Menurutnya, nasionalisme generasi muda harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, seperti menjaga toleransi, kejujuran, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

​“Sikap generasi muda untuk negeri ini bukan cuma soal upacara dan hafal Pancasila. Ini soal cara kita hidup sehari-hari,” ujar Pramudya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2026).

​Ia meyakini, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya arus informasi digital, dinamika ekonomi, dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pemuda dituntut memiliki pola pikir kritis, adaptif, serta bertanggung jawab.

​Ia menekankan bahwa sikap kritis tetap dibutuhkan dalam mengawal pembangunan. Namun, penyampaian pendapat atau kritik harus didasarkan pada fakta, etika, dan orientasi pada solusi.

​“Pemuda harus berani bersuara, tetapi juga harus bertanggung jawab. Kritik jangan hanya untuk menjatuhkan, melainkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki keadaan,” tegasnya.

​Menjaga Toleransi dan Integritas Digital

​Di tengah keragaman masyarakat, Pramudya mengimbau pemuda untuk merawat toleransi. Perbedaan latar belakang suku, agama, maupun pilihan politik diharapkan tidak memicu perpecahan.

​Selain itu, ia menyoroti peran strategis media sosial. Pramudya mendorong pemuda memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan produktif, seperti pengembangan ekonomi kreatif dan usaha mandiri, ketimbang menyebarkan informasi berunsur provokasi atau hoaks.

​“Jangan hanya ramai di media sosial, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, membangun usaha, dan membantu orang lain,” tuturnya.

​Ia juga menggarisbawahi pentingnya integritas yang dibangun dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

​Kontribusi Realistis dari Lingkungan Terdekat

​Mengenai kontribusi kepada bangsa, Pramudya menyebut langkah nyata bisa dimulai dari skala mikro di lingkungan terdekat. Bentuknya dapat berupa partisipasi kegiatan sosial, pendampingan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjaga kebersihan lingkungan, hingga kemandirian ekonomi.

​“Jangan berhenti pada kritik dan komentar. Mulailah melakukan sesuatu yang nyata. Sekecil apa pun kontribusinya, jika dilakukan secara konsisten dan memberi manfaat, itu merupakan bentuk kecintaan terhadap bangsa,” tandasnya.

​Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 ini, Pramudya , berharap pemuda Kota Kediri terus memelihara semangat gotong royong dan kemandirian demi merawat persatuan serta kemajuan daerah. (wk-1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *